Perasaan sudah menjadi baik itu mengerikan
Apalagi perasaan lebih baik dari orang lain
Lebih mengerikan
Ditambah kalau bedanya satu; orang itu kesalahannya terekspos, sedangkan kita tidak.
Aman?
Ya, dari pandangan manusia
Tapi sejatinya sama; tidak lebih baik.
Tercatat detail di pembukuan malaikat.
yang kalau diperlihatkan kemudian dibandingkan, bisa jadi sama merahnya.
Hanya kebetulan, Allah masih menjaga setiap aib kita.
Dan karena itu manusia memandang kita baik.
Beruntung.
Sayapun sedang belajar
Bagaimana tidak mencaci
apalagi memberikan label
atau menetapkan vonis
terhadap kesalahan orang lain
baik menggunakan mulut atau sekedar lintasan hati
Karena kita tidak pernah tahu.
Bagaimana sesalnya seseorang ketika melakukan kesalahan, bahkan tanpa dibicarakan.
Berapa malam yang dihabiskan untuk menangis memohon ampun.
Bagaimana dia meyakinkan dirinya bahwa Allah bisa memaafkan.
Betapa dia berusaha mengganti kesalahan dengan kebaikan lebih banyak.
Bisa saja. Tapi kita tidak tahu.
Juga kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada hari esok
yang hari ini baik, tidak berubah kah esok?
yang kemarin tidak baik, masih samakah esok?
Maka selesailah dengan kekurangan orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar